Tempat Menyimpan Bumbu Dapur

Salah satu agenda bersih2x di dapur adalah merapikan bumbu dapur yang selama ini kurang tersistematisir dan sedikit berantakan. Bermodalkan toples2x kecil dari IKEA maka project merapikan bumbu dapur pun dimulai

Kalau dilihat2x, toples2x polos itu terlihat sedikit dingin, membosankan dan perlu sedikit ‘sentuhan personal’. Alhasil gulungan pita ilalang kering di mulut toples serta tulisan tangan membuat kesan personal ada di sana.

Hasilnya menjadi seperti ini:

Dan ini:

Tuntutan kesibukan sehari2x menjadikan acara memasak dari bahan mentah (cooking from the scratch) di sini nyaris menjadi sesuatu yang hampir punah dan hanya bisa dilakukan untuk acara2x istimewa seperti makan malam khusus dengan mengundang tamu. Sudah umum diketahui pula bahwa kuliner Norwegia bukan menjadi salah satu daya tarik utama di sini. Bumbu2x yang dipakai biasanya simpel saja: salt and pepper (garam dan merica). Barulah setelah ‘bumbu2x asing’masuk dibawa para imigran maka orang Norwegia mengenal makanan bernama kebab, tikka masala, tom yam gung dll.

Masakan Indonesia yang kaya bumbu dianggap sebagai sesuatu yang berbeda dan unik….termasuk koleksi bumbu dapur saya yang dengan manis bertengger di rak ujung. Komentar pertama yang muncul adalah: “You are crazy!”…. Yeahhh…what to say?……maybe? :)

9 thoughts on “Tempat Menyimpan Bumbu Dapur

    • Itu belum semua jeung…masih ada yang di kotak buat stok sama di laci di dapur… Kalau dalam bentuk bubuk biasanya lebih awet :)

      Kalau tinggal di sini mau nggak mau musti sering2x masak sendiri soalnya di sini makan di luar mahal dan nggak ada restoran Indonesia pula…

      • Iya, di luar Indonesia jajan emang mahal, bumbu dapur juga mahal.

        Wah tips berguna itu, nanti aku cari yang bubuk-bubukan, karena September ini aku sudah berencana busuk mendedikasikan satu koper 30 liter untuk bumbu-bumbuan, santan dan aneka cemilan Indonesia.

        • Hehe…. lumayan satu koper buat bumbu dapur :)

          BTW, di Ireland nggak ada toko Asia yang jual bumbu-kah? Kayaknya banyak pendatang dari Malaysia ya di sana…

          • Banyak, katanya tempe pun ada. Tapi aku dan suami sama-sama nggak pernah berhasil menemukan. Yang ada malah terdampar di pasar Perancis. Nyarinya gak sepenuh hati kali ya.

          • Wahhh…kalau tempe ada berarti ada harapan :) Biasanya ini ada di daerah imigran ya…. Perlu ada mapping lebih lanjut nih… :)

            Di sini tempe ada tapi cuma hari tertentu aja…dan harus berebut dengan sesama imigran lain… sayanya sering kehabisan dan gigit jari deh….

  1. Pingback: Tentang Bumbu Dapur | My Life, My Search, My Journey

    • Macam2x, mulai dari jahe, lengkuas bubuk sampe kayu manis bubuk, saffron dll…. kalau mau masakan Indonesia di sini harus masak sendiri karena nggak ada restoran Indonesia…jadilah bumbu dapur sebagai sahabat setia saya :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s