Salah satu agenda bersih2x di dapur adalah merapikan bumbu dapur yang selama ini kurang tersistematisir dan sedikit berantakan. Bermodalkan toples2x kecil dari IKEA maka project merapikan bumbu dapur pun dimulai
Kalau dilihat2x, toples2x polos itu terlihat sedikit dingin, membosankan dan perlu sedikit ‘sentuhan personal’. Alhasil gulungan pita ilalang kering di mulut toples serta tulisan tangan membuat kesan personal ada di sana.
Tuntutan kesibukan sehari2x menjadikan acara memasak dari bahan mentah (cooking from the scratch) di sini nyaris menjadi sesuatu yang hampir punah dan hanya bisa dilakukan untuk acara2x istimewa seperti makan malam khusus dengan mengundang tamu. Sudah umum diketahui pula bahwa kuliner Norwegia bukan menjadi salah satu daya tarik utama di sini. Bumbu2x yang dipakai biasanya simpel saja: salt and pepper (garam dan merica). Barulah setelah ‘bumbu2x asing’masuk dibawa para imigran maka orang Norwegia mengenal makanan bernama kebab, tikka masala, tom yam gung dll.
Masakan Indonesia yang kaya bumbu dianggap sebagai sesuatu yang berbeda dan unik….termasuk koleksi bumbu dapur saya yang dengan manis bertengger di rak ujung. Komentar pertama yang muncul adalah: “You are crazy!”…. Yeahhh…what to say?……maybe?




aih gilaaaa. toples bumbunya banyak banget! itu ada bumbu apa aja siih?
Macam2x, mulai dari jahe, lengkuas bubuk sampe kayu manis bubuk, saffron dll…. kalau mau masakan Indonesia di sini harus masak sendiri karena nggak ada restoran Indonesia…jadilah bumbu dapur sebagai sahabat setia saya